Sunday, March 13, 2016

KAK Proyek Pembangunan Sistem Informasi Kepegawaian PT. Multi Area Conindo

 KAK Proyek Pembangunan Sistem Informasi Kepegawaian PT. Multi Area Conindo



PERIHAL
PENJELASAN
1
Latar Belakang
PT. Multi Area Conindo merupakan salah satu perusahaan produsen alat permainan yang bersifat edukatif. Walaupun dalam operasionalnya perusahaan ini masih penggunakan sistem yang bersifat manual walaupun telah menggunakan komputer dan internet. Jadi dapat dikatakan perusahaan ini masih menggunakan sistem kepegawaian yang tidak efektif, yang mana berpotensi terjadi kesalahan dalam absensi pegawai hingga penggajian pegawai.
Sudah selayaknya PT. Multi Area Conindo melangkah maju dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk sistem informasi kepegawaian yang   efektif dan efisien dalam mengelola absen dan gaji pegawainya. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan perencanaan proyek untuk membangun sistem informasi kepegawaian yang disusun dengan tepat sasaran.
2
Maksud dan Tujuan
·         Membangun sistem yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan permasalahan kepegawaian khususnya permasalahan penggajian dan absensi pegawai perusahaan
·         Memudahkan perusahaan untuk melihat cash flowkeuangan khususnya dalam penggajian pegawai
·         Meningkatkan produktivitas dari pegawai perusahaan dengan sistem yang terintegrasi
3
Sasaran
Tersedianya sistem informasi kepegawaian pada PT. Multi Area Conindo sehingga dapat mendukung operasional perusahaan di bidang kepegawaian
4
Nama dan Organisasi   Pengguna Jasa
PT. Multi Area Conindo
5
Sumber Pendanaan
Pemilik proyek
6
Lingkup, Lokasi, Fasilitas dan Alih pengetahuan
a.       Lingkup kegiatan
           i.          Membuat aplikasi yang dapat mengeluarkan daftar gaji pegawai  
          ii.          Mencetak slip gaji pegawai
        iii.          Mencetak Data Induk Pegawai
        iv.          Melakukan absensi pegawai secara otomatis (menggunakan finger print)
         v.          Mengeluarkan daftar absensi pegawai beserta jumlah jam kerjanya
        vi.          Menyusun dokumentasi lengkap dari proyek pembangunan sistem informasi
b.      Lokasi kegiatan
Kegiatan akan berlangsung di tempat yang telah ditentukan oleh pemilik proyek yaitu pada kantor PT. Multi Area Conindo
c.       Data dan Fasilitas penunjang
           i.          Oleh pengguna jasa:
a)    Data kepegawaian sebagai dasar membangun sistem
b)   Koneksi internet
c)    Staf pengawas proyek
d)   Konsumsi saat pembuatan sistem
e)   Uang transportasi per hari (15 ribu Rupiah)
          ii.          Oleh penyedia jasa:
a)    Komputer yang telah ter-install aplikasi yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem: MySQL, Notepad++, Browser, XAMPP, dll
b)   Printer sendiri
c)    Kendaraan pribadi
d)   dan fasilitas dan peralatan lain yang digunakan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan supervisi dengan cara menyewa
d.      Alih pengetahuan
Setelah sistem informasi kepegawaian selesai dibuat, maka developer wajib memberikan pelatihan cara penggunaan sistem kepada pegawai PT. Multi Area Conindo sebagai user biasa, Staf khusus sebagai administrator, kasubbag sebagai pengelola data pegawai dan direktur sebagai super user
7
Metodologi
Metodologi dan Pendekatan yang dipergunakan dalam pembuatanSistem Aplikasi Kepegawaian adalah dengan memperhatikan kebutuhan dan
kesesuaian dengan kondisi
 PT. Multi Area Conindo pada umumnya dan Departemen HRD pada khususnya. Best Practice yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah change control dikarenakan ada kemungkinan suatu permintaan perubahan dari stakeholder.
8
Jangka Waktu Pelaksanaan
Untuk mengerjakan Proyek Pembangunan Sistem Informasi Kepegawaian ini diperlukan waktu 80 hari kerja (untuk membangun sistem) ditambah 20 hari kerja (untuk maintenance/ perawatan sistem) ditambah 15 hari ( untuk persediaan waktu tambahan perubahan pekerjaan dan meeting ). Total waktu yang disediakan untuk melakukan pembangunan proyek ini adalah 115 hari kerja.
9
Kualifikasi
Diisi kualifikasi penyedia jasa:
a.       Bersedia merahasiakan data
Bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan Data dan Informasi sesuai dengan kebijakan PT. Multi Area Conindo.
b.      LB dan pengalaman
Memiliki latar belakang dan pengalaman yang luas dalam bidang Perancangan dan Pembangunan Aplikasi dengan skala besar, terintegrasi dan mengintegrasikan aplikasi.
c.       TA permanen
Memiliki production house / workshop dan tenaga-tenaga ahli yang permanen.
d.      Menggunakan metode yg baik
Memiliki metode yang baik dalam memberikan pelayanan kepada Pengguna
e.      Sanggup memberi garansi
Sanggup untuk memberikan garansi atas berfungsinya barang
/jasa secara sempurna selama satu tahun sejak serah terima.
f.        Komitmen kerjasama dg pihak pemberi kerja
Memiliki komitmen yang kuat untuk mau bekerjasama dengan Panitia Pengadaan, Tim Teknis, dan Tim IT PT. Multi Area Conindo.
g.       Komitmen thd pekerjaan
Memiliki komitmen dan disiplin terhadap tanggung jawab dan
jadwal pekerjaan.
10
Tenaga Ahli
Diisi tenaga ahli yang diperlukan, jumlahnya, dan kualifikasinya
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah :

  1. Ketua Tim (Project Manager)
    Ketua Tim disyaratkan seorang, minimal Sarjana Teknik Strata
    satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri/swasta/luar negeri
    yang terakreditasi A atau setingkat, berpengalaman dalam
    pelaksanaaan pekerjaan di bidang project management
    pengembangan aplikasi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
    Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan
    mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam
    pelaksanaan pekerjaan selama masa projek sampai dengan
    pekerjaan dinyatakan selesai.
    Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
  2. Sistem Analis
    Sistem analis yang disyaratkan adalah minimal Sarjana
    Informatika/Ilmu Komputer Strata satu (S1) lulusan perguruan
    tinggi negeri/swasta/luar negeri yang terakreditasi A atau
    setingkat, yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di
    bidang pengembangan perangkat lunak komputer berbasis web
    dan data base sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
    Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
  3. Programmer/Developer
    Programmer/Developer yang disyaratkan sekurang-kurangnya
    setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi
    negeri/swasta/luar negeri yang terakreditasi A atau setingkat
    dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
    Jumlah yang harus disediakan 4 (empat) orang.
  4. Desainer yang disyaratkan sekurang-kurangnya
    setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi
    negeri/swasta/luar negeri yang terakreditasi A atau setingkat
    dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
  5. Tester yang disyaratkan sekurang-kurangnya
    setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi
    negeri/swasta/luar negeri yang terakreditasi A atau setingkat
    dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
  6. Documentator yang disyaratkan sekurang-kurangnya
    setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi
    negeri/swasta/luar negeri yang terakreditasi A atau setingkat
    dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
  7. Administrator yang disyaratkan sekurang-kurangnya
    setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri/swasta/luar negeri
     jurusan ekonomi yang terakreditasi A atau setingkat
    dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. Jumlah yang harus disediakan 1 (satu) orang.
11
Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah
  1. Perangkat lunak Aplikasi administrasi Hak Cipta yang
    dapat dioperasionalkan dan digunakan untuk menangani
    seluruh administrasi yang terkait dengan permohonan Hak
    Cipta sehingga dapat meningkatkan kecepatan
    penanganan, efisiensi, dan menghasilkan output yang lebih
    baik dan berkualitas.
  2. Dokumentasi yang berkaitan dengan pengembangan
    aplikasi, antara lain dan tidak terbatas pada requirement,
    desain sistem, konfigurasi sistem dan arsitektur program;
  3. Program dengan source Code;
  4. Dokumentasi seluruh sistem dan perangkat lunak berupa
    technical manual;
  5. Dokumentasi SOP (system operating procedure) maupun
    SMP (system maintenance procedure);
  6. Instalasi aplikasi
  7. Migrasi data;
  8. Pelatihan, pendampingan/asistensi, garansi dan pemeliharaan.
Media untuk dokumentasi pada proyek ini dibuat dalam format softcopy dan hardcopy. Format yang digunakan dalam dokumentasi dalam bentuk softcopy adalah menggunakan standar format Windows Office dan/atau PDF. Dokumen yang diserahkan tersebut harus merupakan versi final dari aplikasi yang telah
dikembangkan/dibangun melalui tahapan pengujian dan integrasi
 sistem aplikasi.
12
Pelaporan
a.       Laporan Pendahuluan
           i.          Rencana kerja menyeluruh
          ii.          Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung
        iii.          Jadwal kegiatan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buah laporan.
b.      Laporan Interim
           i.          Hasil kegiatan yang sudah dicapai (volume pekerjaan), 
          ii.          Masalah pelaksanaan dan rencana solusinya,
        iii.          Rencana baru selanjutnya
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya hari selasa setiap minggu sebanyak 1 (satu) buah laporan.
c.       Laporan Akhir
           i.          Laporan Pendahuluan
          ii.          Laporan Mingguan
        iii.          Keluaran proyek
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 80 (sembilan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buku laporan dan CD berisi seluruh laporan sebanyak 3 (tiga) buah.
d.      Laporan dua mingguan pada pertemuan rutin
Laporan ini membahas topik kemajuan proyek, aktivitas yang akan segera dilakukan dan pembahasan ulang control perubahan.













Sunday, October 24, 2010

Magna Carta : The Power of Human Rights

John, by the grace of God King of England, Lord of Ireland, Duke of Normandy and Aquitaine, and Count of Anjou, to his archbishops, bishops, abbots, earls, barons, justices, foresters, sheriffs, stewards, servants, and to all his officials and loyal subjects, greeting. Know that before God, for the health of our soul and those of our ancestors and heirs, to the honour of God, the exaltation of the holy Church, and the better ordering of our kingdom, at the advice of our reverend fathers Stephen, archbishop of Canterbury, primate of all England, and cardinal of the holy Roman Church, Henry archbishop of Dublin, William bishop of London, Peter bishop of Winchester, Jocelin bishop of Bath and Glastonbury, Hugh bishop of Lincoln, Walter Bishop of Worcester, William bishop of Coventry, Benedict bishop of Rochester, Master Pandulf subdeacon and member of the papal household, Brother Aymeric master of the Knights of the Temple in England, William Marshal, earl of Pembroke, William earl of Salisbury, William earl of Warren, William earl of Arundel, Alan de Galloway constable of Scotland, Warin Fitz Gerald, Peter Fitz Herbert, Hubert de Burgh seneschal of Poitou, Hugh de Neville, Matthew Fitz Herbert, Thomas Basset, Alan Basset, Philip Daubeny, Robert de Roppeley, John Marshal, John Fitz Hugh, and other loyal subjects:

1. First, that we have granted to God, and by this present charter have confirmed for us and our heirs in perpetuity, that the English Church shall be free, and shall have its rights undiminished, and its liberties unimpaired. That we wish this so to be observed, appears from the fact that of our own free will, before the outbreak of the present dispute between us and our barons, we granted and confirmed by charter the freedom of the Church's elections - a right reckoned to be of the greatest necessity and importance to it - and caused this to be confirmed by Pope Innocent III. This freedom we shall observe ourselves, and desire to be observed in good faith by our heirs in perpetuity. We have also granted to all free men of our realm, for us and our heirs for ever, all the liberties written out below, to have and to keep for them and their heirs, of us and our heirs:
2. If any earl, baron, or other person that holds lands directly of the Crown, for military service, shall die, and at his death his heir shall be of full age and owe a `relief', the heir shall have his inheritance on payment of the ancient scale of `relief'. That is to say, the heir or heirs of an earl shall pay for the entire earl's barony, the heir or heirs of a knight l00s. at most for the entire knight's `fee', and any man that owes less shall pay less, in accordance with the ancient usage of `fees'
3. But if the heir of such a person is under age and a ward, when he comes of age he shall have his inheritance without `relief' or fine.
4. The guardian of the land of an heir who is under age shall take from it only reasonable revenues, customary dues, and feudal services. He shall do this without destruction or damage to men or property. If we have given the guardianship of the land to a sheriff, or to any person answerable to us for the revenues, and he commits destruction or damage, we will exact compensation from him, and the land shall be entrusted to two worthy and prudent men of the same `fee', who shall be answerable to us for the revenues, or to the person to whom we have assigned them. If we have given or sold to anyone the guardianship of such land, and he causes destruction or damage, he shall lose the guardianship of it, and it shall be handed over to two worthy and prudent men of the same `fee', who shall be similarly answerable to us.
5. For so long as a guardian has guardianship of such land, he shall maintain the houses, parks, fish preserves, ponds, mills, and everything else pertaining to it, from the revenues of the land itself. When the heir comes of age, he shall restore the whole land to him, stocked with plough teams and such implements of husbandry as the season demands and the revenues from the land can reasonably bear.
6. Heirs may be given in marriage, but not to someone of lower social standing. Before a marriage takes place, it shall be' made known to the heir's next-of-kin.
7. At her husband's death, a widow may have her marriage portion and inheritance at once and without trouble. She shall pay nothing for her dower, marriage portion, or any inheritance that she and her husband held jointly on the day of his death. She may remain in her husband's house for forty days after his death, and within this period her dower shall be assigned to her.

8. No widow shall be compelled to marry, so long as she wishes to remain without a husband. But she must give security that she will not marry without royal consent, if she holds her lands of the Crown, or without the consent of whatever other lord she may hold them of.
9. Neither we nor our officials will seize any land or rent in payment of a debt, so long as the debtor has movable goods sufficient to discharge the debt. A debtor's sureties shall not be distrained upon so long as the debtor himself can discharge his debt. If, for lack of means, the debtor is unable to discharge his debt, his sureties shall be answerable for it. If they so desire, they may have the debtor's lands and rents until they have received satisfaction for the debt that they paid for him, unless the debtor can show that he has settled his obligations to them.
10. If anyone who has borrowed a sum of money from Jews dies before the debt has been repaid, his heir shall pay no interest on the debt for so long as he remains under age, irrespective of whom he holds his lands. If such a debt falls into the hands of the Crown, it will take nothing except the principal sum specified in the bond.
11. If a man dies owing money to Jews, his wife may have her dower and pay nothing towards the debt from it. If he leaves children that are under age, their needs may also be provided for on a scale appropriate to the size of his holding of lands. The debt is to be paid out of the residue, reserving the service due to his feudal lords. Debts owed to persons other than Jews are to be dealt with similarly.
12. No `scutage' or `aid' may be levied in our kingdom without its general consent, unless it is for the ransom of our person, to make our eldest son a knight, and (once) to marry our eldest daughter. For these purposes ouly a reasonable `aid' may be levied. `Aids' from the city of London are to be treated similarly.
13. The city of London shall enjoy all its ancient liberties and free customs, both by land and by water. We also will and grant that all other cities, boroughs, towns, and ports shall enjoy all their liberties and free customs.
14. To obtain the general consent of the realm for the assessment of an `aid' - except in the three cases specified above - or a `scutage', we will cause the archbishops, bishops, abbots, earls, and greater barons to be summoned individually by letter. To those who hold lands directly of us we will cause a general summons to be issued, through the sheriffs and other officials, to come together on a fixed day (of which at least forty days notice shall be given) and at a fixed place. In all letters of summons, the cause of the summons will be stated. When a summons has been issued, the business appointed for the day shall go forward in accordance with the resolution of those present, even if not all those who were summoned have appeared.
15. In future we will allow no one to levy an `aid' from his free men, except to ransom his person, to make his eldest son a knight, and (once) to marry his eldest daughter. For these purposes only a reasonable `aid' may be levied.
16. No man shall be forced to perform more service for a knight's `fee', or other free holding of land, than is due from it.
17. Ordinary lawsuits shall not follow the royal court around, but shall be held in a fixed place.
18. Inquests of novel disseisin, mort d'ancestor, and darrein presentment shall be taken only in their proper county court. We ourselves, or in our absence abroad our chief justice, will send two justices to each county four times a year, and these justices, with four knights of the county elected by the county itself, shall hold the assizes in the county court, on the day and in the place where the court meets.
19. If any assizes cannot be taken on the day of the county court, as many knights and freeholders shall afterwards remain behind, of those who have attended the court, as will suffice for the administration of justice, having regard to the volume of business to be done.
20. For a trivial offence, a free man shall be fined only in proportion to the degree of his offence, and for a serious offence correspondingly, but not so heavily as to deprive him of his livelihood. In the same way, a merchant shall be spared his merchandise, and a husbandman the implements of his husbandry, if they fall upon the mercy of a royal court. None of these fines shall be imposed except by the assessment on oath of reputable men of the neighbourhood.
21. Earls and barons shall not be amerced save through their peers, and only according to the measure of the offence.
22. No clerk shall be amerced for his lay tenement ecept according to the manner of the other persons aforesaid; and not according to the amount of his ecclesiastical benefice.
23. Neither a town nor a man shall be forced to make bridges over the rivers, with the exception of those who, from of old and of right ought to do it.
24. No sheriff, constable, coroners, or other bailiffs of ours shall hold the pleas of our crown.
25. All counties, hundreds, wapentakes, and trithings--our demesne manors being exccepted--shall continue according to the old farms, without any increase at all.
26. If any one holding from us a lay fee shall die, and our sheriff or bailiff can show our letters patent containing our summons for the debt which the dead man owed to us,--our sheriff or bailiff may be allowed to attach and enroll the chattels of the dead man to the value of that debt, through view of lawful men; in such way, however, that nothing shall be removed thence until the debt is paid which was plainly owed to us. And the residue shall be left to the executors that they may carry out the will of the dead man. And if nothing is owed to us by him, all the chattels shall go to the use prescribed by the deceased, saving their reasonable portions to his wife and children.
27. If any freeman shall have died intestate his chattels shall be distributed through the hands of his near relatives and friends, by view of the church; saving to any one the debts which the dead man owed him.
28. No constable or other bailiff of ours shall take the corn or other chattels of any one except he straightway give money for them, or can be allowed a respite in that regard by the will of the seller.
29. No constable shall force any knight to pay money for castleward if he be willing to perform that ward in person, or--he for a reasonable cause not being able to perform it himself--through another proper man. And if we shall have led or sent him on a military expedition, he shall be quit of ward according to the amount of time during which, through us, he shall have been in military service.
30. No sheriff nor bailiff of ours, nor any one else, shall take the horses or carts of any freeman for transport, unless by the will of that freeman.
31. Neither we nor our bailiffs shall take another's wood for castles or for other private uses, unless by the will of him to whom the wood belongs.
32. We shall not hold the lands of those convicted of felony longer than a year and a day; and then the lands shall be restored to the lords of the fiefs.
33. Henceforth all the weirs in the Thames and Medway, and throughout all England, save on the sea-coast, shall be done away with entirely.
34. Henceforth the writ which is called Praecipe shall not be to served on any one for any holding so as to cause a free man to lose his court.
35. There shall be one measure of wine throughout our whole realm, and one measure of ale and one measure of corn--namely, the London quart;--and one width of dyed and russet and hauberk cloths--namely, two ells below the selvage. And with weights, moreover, it shall be as with measures.
36. Henceforth nothing shall be given or taken for a writ of inquest in a matter concerning life or limb; but it shall be conceded gratis, and shall not be denied.
37. If any one hold of us in fee-farm, or in socage, or in burkage, and hold land of another by military service, we shall not, by reason of that fee-farm, or socage, or burkage, have the wardship of his heir or of his land which is held in fee from another. Nor shall we have the wardship of that fee-farm, or socage, or burkage unless that fee-farm owe military service. We shall not, by reason of some petit-serjeanty which some one holds of us through the service of giving us knives or arrows or the like, have the wardship of his heir or of the land which he holds of another by military service.
38. No bailiff, on his own simple assertion, shall henceforth any one to his law, without producing faithful witnesses in evidence.
39. No freeman shall be taken, or imprisoned, or disseized, or outlawed, or exiled, or in any way harmed--nor will we go upon or send upon him--save by the lawful judgment of his peers or by the law of the land.
40. To none will we sell, to none deny or delay, right or justice.
41. All merchants may safely and securely go out of England, and come into England, and delay and pass through England, as well by land as by water, for the purpose of buying and selling, free from all evil taxes, subject to the ancient and right customs--save in time of war, and if they are of the land at war against us. And if such be found in our land at the beginning of the war, they shall be held, without harm to their bodies and goods, until it shall be known to us or our chief justice how the merchants of our land are to be treated who shall, at that time, be found in the land at war against us. And if ours shall be safe there, the others shall be safe in our land.
42. Henceforth any person, saving fealty to us, may go out of our realm and return to it, safely and securely, by land and by water, except perhaps for a brief period in time of war, for the common good of the realm. But prisoners and outlaws are excepted according to the law of the realm; also people of a land at war against us, and the merchants, with regard to whom shall be done as we have said.
43. If any one hold from any escheat--as from the honour of Walingford, Nottingham, Boloin, Lancaster, or the other escheats which are in our hands and are baronies--and shall die, his heir shall not give another relief, nor shall he perform for us other service than he would perform for a baron if that barony were in the hand of a baron; and we shall hold it in the same way in which the baron has held it.
44. Persons dwelling without the forest shall not henceforth come before the forest justices, through common summonses, unless they are impleaded or are the sponsors of some person or persons attached for matters concerning the forest.
45. We will not make men justices, constables, sheriffs, or bailiffs unless they are such as know the law of the realm, and are minded to observe it rightly.
46. All barons who have founded abbeys for which they have charters of the king of England, or ancient right of tenure, shall have, as they ought to have, their custody when vacant.
47- A11 forests constituted as such in our time shall straightway be annulled; and the same shall be done for river banks made into places of defence by us in our time.
48. A11 evil customs concerning forests and warrens, and concerning foresters and warreners, sheriffs and their servants, river banks and their guardians, shall straightway be inquired into each county, through twelve sworn knights from that county, and shall be eradicated by them, entirely, so that they shall never be renewed, within forty days after the inquest has been made; in such manner that we shall first know about them, or our justice if we be not in England.
49. We shall straightway return all hostages and charters which were delivered to us by Englishmen as a surety for peace or faithful service.
50. We shall entirey remove from their bailwicks the relatives of Gerard de Athyes, so that they shall henceforth have no bailwick in England: Engelard de Cygnes, Andrew Peter and Gyon de Chanceles, Gyon de Cygnes, Geoffrey de Martin and his brothers, Philip Mark and his brothers, and Geoffrey his nephew, and the whole following of them.
51. And straightway after peace is restored we shall remove from the realm all the foreign soldiers, crossbowmen, servants, hirelings, who may have come with horses and arms to the harm of the realm.
52. If any one shall have been disseized by us, or removed, without a legal sentence of his peers, from his lands, castles, liberties or lawful right, we shall straightway restore them to him. And if a dispute shall arise concerning this matter it shall be settled according to the judgment of the twenty-five barons who are mentioned below as sureties for the peace. But with regard to all those things of which any one was, by king Henry our father or king Richard our brother, disseized or dispossessed without legal judgment of his peers, which we have in our hand or which others hold, and for which we ought to give a guarantee: We shall have respite until the common term for crusaders. Except with regard to those concerning which a plea was moved, or an inquest made by our order, before we took the cross. But when we return from our pilgrimage, or if, by chance, we desist from our pilgrimage, we shall straightway then show full justice regarding them.
53. We shall have the same respite, moreover, and in the same manner, in the matter of showing justice with regard to forests to be annulled and forests to remain, which Henry our father or Richard our brother constituted; and in the matter of wardships of lands which belong to the fee of another--wardships of which kind we have hitherto enjoyed by reason of the fee which some one held from us in military service;--and in the matter of abbeys founded in the fee of another than ourselves--in which the lord of the fee may say that he has jurisdiction. And when we return, or if we desist from our pilgrimage, we shall straightway exhibit full justice to those complaining with regard to these matters.
54. No one shall be taken or imprisoned on account of the appeal of a woman concerning the death of another than her husband.
55. All fines imposed by us unjustly and contrary to the law of the land, and all amerciaments made unjustly and contrary to the law of the land, shall be altogether remitted, or it shall be done with regard to them according to the judgment of the twenty five barons mentioned below as sureties for the peace, or according to the judgment of the majority of them together with the aforesaid Stephen archbishop of Canterbury, if he can be present, and with others whom he may wish to associate with himself for this purpose. And if he can not be present, the affair shall nevertheless proceed without him; in such way that, if one or more of the said twenty five barons shall be concerned in a similar complaint, they shall be removed as to this particular decision, and, in their place, for this purpose alone, others shall be subtituted who shall be chosen and sworn by the remainder of those twenty five.
56. If we have disseized or dispossessed Welshmen of their lands or liberties or other things without legal judgment of their peers, in England or in Wales,--they shall straightway be restored to them. And if a dispute shall arise concerning this, then action shall be taken upon it in the March through judgment of their peers- -concerning English holdings according to the law of England, concerning Welsh holdings according to the law of Wales, concerning holdings in the March according to the law of the March. The Welsh shall do likewise with regard to us and our subjects.
57. But with regard to all those things of which any one of the Welsh by king Henry our father or king Richard our brother, disseized or dispossessed without legal judgment of his peers, which we have in our hand or which others hold, and for which we ought to give a guarantee: we shall have respite until the common term for crusaders. Except with regard to those concerning which a plea was moved, or an inquest made by our order, before we took the cross. But when we return from our pilgrimage, or if, by chance, we desist from our pilgrimage, we shall straightway then show full justice regarding them, according to the laws of Wales and the aforesaid districts.
58. We shall straightway return the son of Llewelin and all the Welsh hostages, and the charters delivered to us as surety for the peace.
59. We shall act towards Alexander king of the Scots regarding the restoration of his sisters, and his hostages, and his liberties and his lawful right, as we shall act towards our other barons of England; unless it ought to be otherwise according to the charters which we hold from William, his father, the former king of the Scots. And this shall be done through judgment of his peers in our court.
60. Moreover all the subjects of our realm, clergy as well as laity, shall, as far as pertains to them, observe, with regard to their vassals, all these aforesaid customs and liberties which we have decreed shall, as far as pertains to us, be observed in our realm with regard to our own.
61. Inasmuch as, for the sake of God, and for the bettering of our realm, and for the more ready healing of the discord which has arisen between us and our barons, we have made all these aforesaid concessions,--wishing them to enjoy for ever entire and firm stability, we make and grant to them the folIowing security: that the baron, namely, may elect at their pleaure twenty five barons from the realm, who ought, with all their strength, to observe, maintain and cause to be observed, the peace and privileges which we have granted to them and confirmed by this our present charter. In such wise, namely, that if we, or our justice, or our bailiffs, or any one of our servants shall have transgressed against any one in any respect, or shall have broken one of the articles of peace or security, and our transgression shall have been shown to four barons of the aforesaid twenty five: those four barons shall come to us, or, if we are abroad, to our justice, showing to us our error; and they shall ask us to cause that error to be amended without delay. And if we do not amend that error, or, we being abroad, if our justice do not amend it within a term of forty days from the time when it was shown to us or, we being abroad, to our justice: the aforesaid four barons shall refer the matter to the remainder of the twenty five barons, and those twenty five barons, with the whole land in common, shall distrain and oppress us in every way in their power,--namely, by taking our castles, lands and possessions, and in every other way that they can, until amends shall have been made according to their judnnent. Saving the persons of ourselves, our queen and our children. And when amends shall have been made they shall be in accord with us as they had been previously. And whoever of the land wishes to do so, shall swear that in carrying out all the aforesaid measures he will obey the mandates of the aforesaid twenty five barons, and that, with them, he will oppress us to the extent of his power. And, to any one who wishes to do so, we publicly and freely give permission to swear; and we will never prevent any one from swearing. Moreover, all those in the land who shall be unwilling, themselves and of their own accord, to swear to the twenty five barons as to distraining and oppressing us with them: such ones we shall make to wear by our mandate, as has been said. And if any one of the twenty five barons shall die, or leave the country, or in any other way be prevented from carrying out the aforesaid measures,--the remainder of the aforesaid twenty five barons shall choose another in his place, according to their judgment, who shall be sworn in the same way as the others. Moreover, in all things entrusted to those twenty five barons to be carried out, if those twenty five shall be present and chance to disagree among themselves with regard to some matter, or if some of them, having been summoned, shall be unwilling or unable to be present: that which the majority of those present shall decide or decree shall be considered binding and valid, just as if all the twenty five had consented to it. And the aforesaid twenty five shall swear that they will faithfully observe all the foregoing, and will caue them be observed to the extent of their power. And we shall obtain nothing from any one, either through ourselves or through another, by which any of those concessions and liberties may be revoked or diminished. And if any such thing shall have been obtained, it shall be vain and invalid, and we shall never make use of it either through ourselves or through another.
62. And we have fully remitted to all, and pardoned, all the ill- will, anger and rancour which have arisen between us and our subjects, clergy and laity, from the time of the struggle. Moreover have fully remitted to all, clergy and laity, and--as far as pertains to us--have pardoned fully all the transgressions committed, on the occasion of that same struggle, from Easter of the sixteenth year of our reign until the re-establishment of peace. In witness of which, more-over, we have caused to be drawn up for them letters patent of lord Stephen, archbishop of Canterbury, lord Henry, archbishop of Dubland the aforesaid bishops and master Pandulf, regarding that surety and the aforesaid concessions.
63. Wherefore we will and firmly decree that the English church shall be free, and that the subjects of our realm shall have and hold all the aforesaid liberties, rights and concessions, duly and in peace, freely and quietly, fully and entirely, for themselves and their heirs from us and our heirs, in all matters and in all places, forever, as has been said. Moreover it has been sworn, on our part as well as on the part of the barons, that all these above mentioned provisions shall observed with good faith and without evil intent. The witnesses being the above mentioned and many others. Given through our hand, in the plain called Runnymede between Windsor and Stanes, on the fifteenth day of June, in the seventeenth year of our reign.

Sumber: http://www.britannia.com/history/docs/magna2.html

Wednesday, October 13, 2010

Cyrus Yang Agung

Sumber: http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/03/biografi-cyrus-yang-agung-590-sm-529-sm.html


Cyrus (atau Kurush nama Persinya) dilahirkan sekitar tahun 590 SM di propinsi Persis (kini Fars), di barat daya Iran. Daerah ini saat itu merupakan propinsi Kerajaan Medes. Cyrus berasal dari keturunan penguasa lokal yang merupakan bawahan Raja Medes. Tradisi yang timbul belakangan bikin dongeng menarik menyangkut diri Cyrus ini, seakan-akan mengingatkan orang akan dongeng Yunani mengenai Raja Oedipus. Menurut dongeng ini, Cyrus adalah cucu Astyages Raja Medes. Sebelum Cyrus lahir, Astyages mimpi bahwa cucunya suatu saat akan menghalaunya dari tahta. Raja keluarkan perintah supaya semua bayi yang baru lahir dibunuh habis.

Tetapi, pejabat yang dipercaya melakukan pembunuhan itu tak sampai hati melakukan pembunuhan durjana itu, tetapi diteruskannya perintah itu kepada penggembala dan istrinya supaya melaksanakannya. Namun mereka ini pun tak sampai hati. Mereka bukannya membunuh bayi lelaki melainkan memeliharanya sebagai anak sendiri. Akhirnya, ketika sang bocah tumbuh dewasa, memang betul-betul dia menumbangkan raja dari tahtanya.

Bangsa Medes dan Persia berdekatan satu sama lain, baik disebabkan asal-usul maupun persamaan bahasa. Karena Cyrus tetap meneruskan sebagian besar hukum-hukum Medes dan sebagian besar prosedur administrasi pemerintahan, kemenangannya atas Medes hanyalah merupakan sekedar perubahan dinasti dan bukannya suatu penaklukan oleh bangsa asing.

Tetapi, Cyrus segera menampakkan keinginannya melakukan penaklukan ke luar. Sasaran pertamanya adalah Kerajaan Lydian di Asia Kecil, dikuasai oleh Raja Croesus, seorang yang kekayaannya seperti dongeng. Besi Cyrus tak ada artinya jika dibandingkan emasnya Croesus. Menjelang tahun 546 SM Cyrus menaklukkan Kerajaan Lydian dan menjebloskan Croesus ke dalam bui.

Cyrus kemudian mengalihkan perhatiannya ke jurusan timur, dan dalam serentetan pertempuran, dia taklukkan semua bagian timur Iran dan dimasukkannya ke dalam wilayah kekuasaan kerajaannya. Pada tahun 540 SM, Kekaisaran Persia membentang ke timur sejauh Sungai Indus dan Jaxartes (kini Syr Darya di Asia Tengah).

Dengan terlindungnya bagian belakang. Cyrus dapat memusatkan perhatian pada yang paling berharga dari segalanya. Kekaisaran Babylon yang makmur loh jinawi, terletak di pusat Mesopotamia tetapi dapat mengawasi segenap daerah "bulan sabit subur" (Fertile Crescent) Timur Tengah. Tidak seperti Cyrus, penguasa Babylon Nabonidus tidaklah populer di kalangan rakyat. Tatkala tentara Cyrus maju bergerak, pasukan Babylon bertekuk di lutut Cyrus tanpa suatu perlawanan. Karena Kekaisaran Babylon meliputi juga Suriah dan Palestina, kedua daerah ini pun dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Cyrus.

Cyrus menghabiskan waktu beberapa tahun untuk mengkonsolidasi penguasaannya dan mengorganisir kembali kekaisaran yang begitu besar yang telah direbutnya. Kemudian dia pimpin Angkatan Bersenjata menuju timur laut menaklukkan Massagetae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Caspia. Orang-orang Persia peroleh kemenangan pada saat-saat kontak senjata pertama. Tetapi pada pertempuran kedua, pertempuran tahun 529 SM, mereka terkalahkan dan Cyrus --penguasa kekaisaran di dunia yang pernah ada saat itu-- terbunuh.

Cyrus digantikan oleh puteranya Cambyses II. Cambyses mengalahkan Massagate dalam pertempuran berikutnya, menemukan mayat ayahnya dan menguburnya kembali di Pasargadae, ibukota Persia kuno. Kemudian Cambyses mengirim pasukan untuk penyerbuan Mesir, sehingga dengan demikian dia menyatukan segenap daerah Timur Tengah lama dalam satu kekaisaran.

Cyrus jelas seorang pemimpin yang punya kebolehan bidang militer. Tetapi itu cuma satu sisi dari seorang manusia. Yang lebih menonjol, mungkin, adalah kebijakan cara memerintahnya. Dia terkenal amat toleran terhadap agama-agama setempat dan juga adat-istiadat mereka. Dan dia senantiasa menjauhkan diri dari sikap kejam dan ganas seperti lazimnya para penakluk. Orang-orang Babylon, misalnya, bahkan lebih kentara lagi orang Assyria, telah membunuh beribu-ribu manusia dan mengusir semua penduduk yang dikuatirkan bakal berontak. Misalnya, ketika Babylon menaklukkan Yudea tahun 586 SM, mereka memboyong orang Yudea ke Babylon. Tetapi lima puluh tahun kemudian, sesudah Cyrus menaklukkan Babylon, dia beri ijin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya. Kalau tidak karena Cyrus, rasanya orang-orang Yahudi itu akan musnah sebagai kelompok yang terasing di abad ke-5 SM. Keputusan Cyrus dalam hal ini mungkin punya motivasi politik: bagaimanapun sedikit sekali keraguan bahwa dia merupakan seorang penguasa yang berprikemanusiaan pada jamannya. Bahkan orang-orang Yunani, yang lama sekali menganggap bangsa Kekaisaran Persia merupakan ancaman terbesar bagi kemerdekaannya, tak pernah berhenti menganggap Cyrus seorang penguasa yang betul-betul mengagumkan.

Begitu baiknya Cyrus telah menjalankan tugasnya sehingga bahkan sesudah matinya pun Kekaisaran Persia meneruskan perluasan daerah kekuasaannya. Ini berlangsung selama kira-kira 200 tahun, sampai ditaklukkan oleh Alexander yang Agung. Hampir sepanjang dua abad, daerah yang dikuasai Persia menikmati perdamaian dan kemakmuran.

Penaklukan oleh Alexander samasekali bukan pertanda tamatnya Kekaisaran Persia. Sesudah Alexander meninggal dunia, salah seorang jendralnya, Seleucus I Nicator, berhasil menguasai Suriah, Mesopotamia, dan Iran, dengan demikian dia mendirikan Kekaisaran Seleucid. Tetapi, kekuasaan asing atas Iran tidaklah berlangsung lama. Di pertengahan abad ke-3 SM pecah pemberontakan melawan kekuasaan Seleucid, di bawah pimpinan Arsaves I yang menganggap diri keturunan Achaemenid (dinasti Cyrus). Sebuah kerajaan didirikan oleh Arsaces dikenal dengan nama Kekaisaran Parthian akhirnya menguasai Iran dan Mesopotamia. Tahun 224 sesudah Masehi penguasa Arsacid digantikan dinasti Persia, Sassanid, yang juga mengaku keturunan dari Archaeminid, dan yang kekaisarannya berlangsung lebih dari empat abad. Bahkan kini Cyrus dihormati di Iran sebagai pendiri negara Persia.

Karier Cyrus Yang Agung merupakan contoh penting titik balik dalam sejarah. Kebudayaan pertama kalinya tumbuh di Sumeria, sekitar 3000 tahun SM. Selama lebih dari dua puluh lima abad bangsa Sumeria dan pelbagai bangsa Semit yang menggantikannya (seperti bangsa Akkadian, Babylonia dan Assyria) menjadi pusat peradaban. Sepanjang masa itu, Mesopotamia merupakan negeri yang terkaya dan paling berkebudayaan maju di dunia (dengan kekecualian Mesir yang secara kasar berada dalam tarap sejaiar). Tetapi karier Cyrus --yang boleh dibilang berada di tengah-tengah sejarah tercatat-- mengakhiri babak itu dalam sejarah dunia. Dari sejak itu selanjutnya, baik Mesopotamia maupun Mesir bukanlah lagi pusat budaya dunia, baik kultural maupun politik.

Lebih jauh dari itu, bangsa Semit --yang berjumlah besar di daerah "bulan sabit subur"-- tak bisa peroleh kembali kemerdekaannya berabad-abad sesudah itu. Sesudah bangsa Persia (bangsa Indo-Eropa) datang bangsa Macedonia dan Yunani, diikuti oleh pendudukan lama oleh orang Parthian, Romawi, penguasa Sassanid, kesemuanya itu adalah IndoEropa. Hingga penaklukan oleh kaum Muslimin di abad ke-7 --hampir dua belas abad sesudah Cyrus Yang Agung--daerah "bulan sabit yang subur" itu dikuasai oleh bangsa Semit.


Peta Kerajaan Cyrus yang Agung

Cyrus penting bukan cuma karena dia memenangkan banyak pertempuran dan menaklukkan banyak daerah. Arti pentingnya yang lebih besar adalah fakta bahwa kekaisaran yang didirikannya secara mantap mengubah struktur politik dunia lama.

Kekaisaran Persia, di samping luasnya daerah dan lamanya bertahan, tidaklah punya pengaruh besar dalam sejarah seperti yang dijumpai pada Kekaisaran Romawi. Inggris, atau Cina yang lebih lama. Tetapi, memperhitungkan arti penting Cyrus orang harus ingat bahwa dia sudah merampungkan sesuatu yang mungkin tak akan pernah terjadi tanpa kehadirannya. Di tahun 620 SM (segenerasi sebelum Cyrus lahir) tak seorang akan menduga bahwa dalam tempo seabad seluruh dunia lama akan berada di bawah kekuasaan suatu suku yang sama sekali tidak terkenal yang berasal dari barat daya Iran. Bahkan dengan melihat ke belakang, tak ada tampak bahwa Kekaisaran Persia salah satu kekaisaran yang punya arti penting sejarah yang karena keadaan sosial dan ekonominya akan bisa jadi begitu cepat atau lambat jadi besar. Jadi, Cyrus merupakan salah seorang yang langka yang dengan nyata mengubah jalannya sejarah.

Tuesday, October 12, 2010

Rumah Hantu AmityVille

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York.
Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut.
Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story.
Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror
Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.
Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).
Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.
Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.
Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:
  • George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.
  • Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.
  • Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.
  • Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
  • Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
  • Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.
  • Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.
  • George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
  • George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.
  • George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.
  • Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.
  • Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
  • Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.
  • Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
  • Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.
  • Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
  • George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
  • George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.
George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai media yang mengulas kasus mereka
Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.
Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.
Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.
Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak bekerja secara langsung dengan Anson, namun disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi. Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya “The Amityville Horror” dari “The Dunwich Horror” karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.

Monday, October 11, 2010

Peradaban Yang Dipertanyakan


Peradaban Lemuria (Benua yg Hilang)

Mungkin sebagian teman-teman sudah banyak mendengar kisah tentang Atlantis,kalau kisah Lemuria pernah belum?Kalau belum,ada baiknya kita menyimak sekelumit kisah yang aq uraikan di bawah ini,semoga bermanfaat.

lemuria_mapaMu_anton

Coba perhatikan Map diatas,menurut beberapa versi,disitulah letak dari Benua Lemuria/Mu

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM - 11000 SM.Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.

Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan. Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.

Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).

Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.

Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).

Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.(artikel Easter Island juga dapat dibaca di blog ini)

Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami),namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.

WatsonLemuria

Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam
.
faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.

Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama.

Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel crystal2 'old soul' yang pernah digunakan pada kedua jaman ini.

lemurian%20pyramids

Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?

Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi,sangat damai dan bermoral.

Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.

Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.

Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis.

Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades .

Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.(Baca artikel Piri Reis Map sebagai bahan pertimbangan).
Istana Taifurkhafi di Istanbul, Turki, tersimpan selembar peta kuno yang sangat unik. Peta kuno yang terbuat dari bahan kulit rusa (Gazelle skin) ini ditemukan pada awal abad ke-18, sekilas jika dilihat mungkin hanyalah merupakan selembar replika peta daratan dimasa masa laluDalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda.

Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasil yang diperoleh sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa yang sangat detail dan terperinci. Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya.

Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tsb, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal.

Tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es.

Lalu siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar? Dari penemuan peta kuno ini menjadi suatu bukti akan kemajuan pengetahuan ilmu astronomi peradaban masa silam yang sampai detik inipun belum bisa dikuasai oleh manusia-manusia zaman sekarang yang notabene mungkin mempunyai peralatan yang lebih canggih dari mereka.

Studi lebih lanjut mengatakan mungkin mereka telah dapat menciptakan suatu trobosan teknologi yang luar biasa pada masa itu,seperti telah melakukan penjelajahan luar angkasa dan pendaratan diplanet lain. Apalagi hal tersebut didukung oleh beberapa penemuan artifak2 kuno yang menggambarkan beberapa gambaran imajinasi astronot2 pada masa silam.

Lalu, mungkinkah nenek moyang kita sudah ada yang bermigrasi dan menetap diplanet-planet lain yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi yang pada saat mungkin belum dapat ditemukan keberadaannya oleh para astronom kita?

Jikalau benar demikian, apakah ada benarnya juga kisah mengenai bangsa Lemuria yang dikisahkan sebagain penduduknya banyak yang bermigrasi keluar dari Bumi untuk mencari tempat tinggal baru diplanet lain ketika diambang kekalahannya dengan bangsa Atlantis pada dahulu kala?
lemurians7

Dari sekelumit kisah yang diuraikan diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena peranglah yang membuat sebagain dari mereka berguguran.

Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.